0
Ia masih seperti yang dulu
Terlihat kemarin pagi
Ia masih seperti yang dulu
Ku lihat kemarin siang
Masih,,,,,,Ia tetap seperti yang dulu
Terlihat lagi sore kemarin

Hujan terlalu lama untuk diturunkan
Matahari terlalu gahar untuk dimandikan
Alam melanglang, embun berganti deburan topan
Debu menggelora
Panas menyengat datang

Ahh,,,,Ia masih seperti yang dulu
Terlihat pagi ini, mentari mercusuar dunia
Oh Tuhan,,,,,Ia masih seperti yang dulu
Ku lihat lagi sore ini, menggalang sunyi menatap prahara

Akar, batang,,,,,
Ia masih seperti yang dulu
Tetap teguh, menancap kokoh menusuk perut bumi
Batang, ranting,,,,, bermahkotakan daun
Selalu, seperti dulu
Kulitnya coklat, merona menyerap mentari
Daunnya segar menhijaukan
Seperti yang aku lihat dulu, diperjalanan hidupku

Oh Tuhan,,,,,
Ia berbeda hari ini, meranggas tanpa mahkota

Batang, ranting,,,,,
Tetap seperti yang dulu
Tapi tak coklat seperti pertama dulu
Legam, pekat,,,,
Ia terbakar, ia telah mati, ia tercabik mahkotanyapun hilang
Tanpa daun,,,,,,,

Tepat hari ini
Gelora mentari congkak telah membakarnya
Di atas kepala tersenyum
Mentari tersenyum gahar

Pohon itu,,,,,
Batang itu,,,,
Ranting itu,,,,
Mahkotanya,,,,, hilang
Hutanku tak seperti yang dulu
Hari ini kulihat siang tadi
Di perjalanan hidupku

Copyright © Tatar Pasundan

Posting Komentar

 
Top