0
Entah mengapa malam itu bulan begitu menghipnotisku
Cahayanya yang redup karena masih diawal bulan
Mendatangkan kesenduan malam yang sepi,,,,,

Aku memandanginya dengan terpesona
Layaknya kelinci
Linglung memandangi sang dewi yang tengah terbang
Menuju langit dalam cerita anak-anak yang kubaca semasa kecil
Bayanganku yang tercetak di tanah terlihat lebih nyata
Setelah lampu-lampu disekitar rumah aku matikan

Dari halaman depan rumah, aku bisa melihat bulan
Bertengger dengan anggun di atas pucuk-pucuk daun
Pantulan cahayanya yang samar di dedaunan menimbulkan
Semburat warna keperakan
Daun-daun itu bergoyang karena tiupan angin malam yang tak begitu dingin
Dari kolam di samping rumah terdengar suara kodok bersahutan
Serta suara jangkrik yang tak henti-hentinya berkicau dengan riang

Malam di kampung memang selalu terasa sepi
Cepat sekali orang-orang sudah masuk rumah
Untuk beranjak ke peraduan atau sekedar menonton televisi
Dunia kecilku kini sudah berubah
Tak ada lagi petak umpet dan gobak sodor dimalam hari
Juga tak ada lagi perburuan belalang di sawah-sawah yang kering seusai panen

Bahkan bulanpun merasa kesepian kini

Copyright © Tatar Pasundan

Posting Komentar

 
Top