4
Barli Sasmita adalah salah seorang pelukis Angkatan 1935, yang bersama-sama dengan Affandi, Hendra Gunawan, Wahidi dan Sudarsono mendirikan Kelompok Lima Bandung. Sebagai pelukis Barli tetap eksis dan produktif dalam karya-karyanya sampai sekarang.

Diluar kegiatannya, Barli serius menekuni bidang pendidikan seni lewat Studio Rangga Gempol (SRG) yang didirikan pada awal tahun 1958. Studio ini semula dikenal sebagai Studio Gelanggang Karya Bandung. Dalam perjalanannya sampai sekarang, SRG berfungsi sebagai sarana pendidikan untuk mengenal dan memahami hal-hal mengenai seni, khususnya seni lukis.

Diluar pendidikan formal akademis yang ada di Bandung, SRG merupakan wahana bagi penyelenggaraan pendidikan seni rupa yang cukup sistematis. SRG sangat terkenal di Bandung sebagai salah satu lembaga pendidikan seni lukis yang telah menghasilkan banyak pelukis ternama. Studio ini mendidik penekun seni rupa yang belum atau bahkan tidak sempat mengenyam pendidikan formal seni rupa. Saat ini SRG tidak hanya dikenal untuk itu, melainkan juga kerap diandalkan sebagai tahapan bimbingan studi persiapan menuju test Pendidikan Tinggi Seni Rupa.

SRG didirikan setahun berselang, setelah kepulangan pelukis Barli Sasmita yang juga guru seni lukis di Negeri Belanda; beberapa saat setelah ia mengundurkan diri sebagai pengajar di jurusan Seni Rupa di Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang menjadi cikal bakal Jurusan Seni Rupa dan Disain Institut Teknologi Bandung (ITB).

Walaupun bukan lembaga pendidikan formal, SRG menggunakan sistem pendidikan formal atau akademik (yang bercorak kebarat-baratan, lebih tepatnya ke Belanda-an) maklum sang guru merupakan alumni dari Rijksacademie Voor Beeldende Kusten (Akademi Seni Rupa Kerajaan) Amsterdam. Proses mengajar di SRG mengutamakan kepekaan, kejelian, ketekunan, ketrampilan dan juga kecepatan menangkap atau mengekspresikan sebuah objek (gambar). Langkah selanjutnya kegiatan kurikuler SRG tidak hanya sebatas penguasaan drawing, namun berkembang ke arah penguasaan seni lukis dengan berbagai bahan, alat dan teknik. SRG membekali penekunan seni lukis dalam tiga tahapan latihan, adalah penguasaan drawing, memperkenalkan struktur-struktur dasar ruang, persfektif, proporsi, anatomi dan volume. Tahap kedua perkenalan cara penyiasatan bidang gambar. Tahap ketiga pengenalan ekspresi objek dan dorongan pengetahuan sejarah seni rupa secara umum. proses pengajaran yang dilakukan Barli menggunakan metode bimbingan diskusi dan evaluasi.

Studio Rangga Gempol dibangun diatas tanah sekitar 1200 meter persegi, dengan luas bangunan seluruhnya sekitar 840 meter persegi. Gedung ini terdiri dari tiga lantai dan terbagi menjadi empat ruangan yang mempunyai fungsi masing-masing.

Misalnya saja pada lantai dasar terdapat museum, yaitu Ruang Agung yang selama ini difungsikan sebagai ruang serba guna untuk penyelenggaraan kegiatan diskusi, pembelajaran seni lukis dan pagelaran seni.

Kemudian pada lantai pertama yang memiliki dua ruangan terpisah, terdapat ruang utama yang diberi nama Ruang Nikisbandiah. Ruangan ini berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan karya khusus Barli Sasmita Winata. Ruangan ini berbentuk bulat, didalamnya terdapat karya-karya Barli dari periode Naturalisme, Realisme dan juga Impresionisme. Ada juga ruangan lainnya bernama Ruangan Chandra, yang berfungsi sebagai tempat untuk menyelenggarakan pameran bagi pelukis lain. Di Studio Rangga gempol ini juga, masih ada lagi beberapa ruangan seperti untuk toko souvenir, kerajinan rakyat dan lain sebagainya.

Copyright © Tatar Pasundan

Posting Komentar

  1. postingnya bagus sob makasih
    jangan lupa berkunjung ke web kami di
    http://stisitelkom.ac.id

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sobat terlalu berlebihan, saya hanya mencoba berbagi ilmu saja kepada para sobat semua yang terutama masih terbatas akan bahan pengetahuan khususnya Bahasa dan Seni Budaya Sunda demi melestarikan warisan nenek moyang kita. Terimakasih atas kunjungannya, Insya Allah saya berkunjung balik.

      Hapus
  2. Sangat Insviratif gan,,,,

    BalasHapus

 
Top